Desember 2007


Pengertian Aktiva Produktif

Untuk lebih memahami konsep aktiva produkrif, maka pada bagaian ini terlebih dahulu akan dikupas mengenai aktiva dan prinsip-prinsipnya. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami aktiva produktif dalam pembahasan selanjutnya. Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hokum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu[1]. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997)

(lagi…)

BY: Iqbal./ http://iqtishadi.wordpress.com

Pertumbuhan ekonomi suatu negara sering sekali di ukur dengan menggunakan indkator-indikator tertentu. Indikator yang umumnya kita ketahui adalah besarnya Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah orang miskin, jumlah pengangguran, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan lain-lain. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Dimana sejatinya negara mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga rakyatnya mencapai “kesejahteraan”.
(lagi…)

Dalam segenap aspek kehidupan bisnis dan transaksi, dunia Islam mempunyai sistem perekonomian yang berbasiskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip syariah yang bersumber dari Al Quran dan Hadits serta dilengkapi dengan Al Ijma dan Al Qiyas. Sistem perekonomian Islam, saat ini lebih dikenal dengan istilah Sistem Ekonomi Syariah. Berdasarkan beberapa literatur dapat disimpulkan, bahwa Sistem Ekonomi Syariah mempunyai beberapa tujuan, yakni: (lagi…)

Oleh: Agustianto    

Bank syariah di Indonesia saat ini, relatif masih kecil, masih 1,6 ‎‎%. dari total asset bank secara nasional (Data BI Februari 2007). Menurut Siti ‎Fajriyah, salah seorang Deputi Gubernur Bank Indonesia, jumlah nasabah Bank ‎syariah saat ini,  baru sekitar 2 juta orang. Padahal jumlah umat Islam potensial untuk ‎menjadi customer bank syariah lebih dari 100 juta orang.Dengan demikian, mayoritas ‎umat Islam belum berhubungan dengan bank syariah.‎ (lagi…)

Oleh: Hilmi, SE, M.Si.*   

Kebijakan saidina Abu Bakar ketika menggatikan Rasulullah dan memegang kepemimpin khilafah, beliau tetap mengirim tentara tentara usamah yang pernah disiapkan Rasulullah sebelum meninggal-Nya, perang melawan orang murtad dan para pembangkang yang tidak mau membayar zakat. Kebijakan keras tersebut karena besarnya konstribusi zakat terhadap kesejahteraan dan kemaslahatan ummat. Di zaman rasulullah, dana zakat salah satunya diperuntukkan bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Salim bin Abdillah bin Umar dari ayahnya, bahwa Rasulullah telah memberikan kepadanya zakat, lalu menyuruhnya untuk dikembangkan atau disedekahkan lagi. Salim pun mengelolanya sampai ia mampu memberikan sedekah dari usaha tersebut. Sejarah tersebut menjadi tonggak awal bagaiman mengelola zakat sehingga menjadi sesuatu yang produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (lagi…)

All praise is due to Allah and may His peace and blessings be upon our Prophet Muhammad, his family and all his Companions.During recent years there has been an unprecedented expansion in the range of commercial banking products labelled as “ Shari`ah co (lagi…)

Sumber: Saidi, Zaim. 2003. “Contradictio In Terminis: Kritik Atas Perbankan Syariah”. Jurnal Ekonomi Syariah Muamalah, Vol. 2, No. 2, Yogyakarta: Shariah Economics Forum Universitas Gadjah Mada.

CONTRADICTIO IN TERMINIS: KRITIK ATAS PERBANKAN SYARIAH (lagi…)

Friends of the Earth International
Ringkasan Posisi Pada COP13/MOP 3
Bali, Desember 2007

Perubahan iklim adalah hasil konsumsi berlebihan dan tidak berkelanjutan terutama di negara-negara Utara. Respon internasional (lagi…)

Halaman Berikutnya »